Category: Design

Pengertian Desain Web dan Fungsinya

Pengertian Desain Web dan Fungsinya

Pengertian desain web adalah bentuk grafis dalam membuat halaman website. Dari pengertian ini bisa disimpulkan bahwa desain web sangat penting dalam pembuatan sebuah website. Namun, apakah fungsi desain web tersebut?

Fungsi Desain Web

Pada dasarnya, fungsi dari desain web adalah sebagai acuan untuk pengembangan sebuah website. Jadi, tidak semua orang bisa melakukan desain web.

Kenapa? Karena dalam web desain, tampilan website akan berpengaruh pada kenyamanan visitor dalam menggunakan website Anda. Jika tampilan website Anda berantakan, visitor tentu tidak akan tertarik, bahkan akan merasa bahwa website Anda tidak layak untuk dikunjungi.

Lalu, orang seperti apa yang bisa mendesain website? Seorang web designer tentu perlu mengerti esensi warna dan komposisi seperti tata letak, tipografi dan yang lainnya yang sesuai dengan tujuan pembuatan website.

Selain itu, Anda perlu mempertimbangkan dan menyeimbangkan antara keindahan dan fungsi dari website itu sendiri. Jika Anda terlalu memperhatikan mengenai keindahan website, maka fungsi website tidak akan berjalan dengan baik. Hal yang sama juga akan terjadi ketika Anda fokus pada fungsinya namun kurang memperhatikan estetikanya sehingga tampilan website kurang menarik.

Pengertian Desain Web dan Fungsinya
Pengertian Desain Web dan Fungsinya

Perhatikan Ini Saat Merancang Desain Web

Sesuai dengan pengertian desain web, maka Anda perlu memperhatikan hal berikut ini agar tampilan atau bentuk grafis dari website tersebut menarik:

  • Penggunaan Warna

Sesuaikan warna dengan karakter yang Anda inginkan. Misalnya, Anda merancang website untuk anak-anak, akan lebih baik untuk menggunakan warna yang cerah. Selain itu, perhatikan dengan skema atau kombinasi warna yang Anda pilih agar tampilan website terlihat tetap menarik.

  • Pemilihan Teks

Terlihat sederhana dan mudah karena hanya font, namun font sangat berpengaruh pada tampilan. Tidak jarang, penggunaan jasa website murah diperlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Font yang dipilih tentu harus sesuai dengan website, misalnya apakah website tersebut untuk kebutuhan formal atau informal. Jangan lupa untuk memperhatikan spasi dan besar teks agar tampilan website seimbang, menarik dan enak untuk dibaca.

  • Layout Sederhana

Jangan lupakan untuk menggunakan layout yang sederhana agar lebih user friendly. Layout sederhana ini juga akan membantu Anda untuk penataan elemen seperti header, konten dan footer dengan lebih mudah.

  • Alur yang User Friendly

Dalam membuat desain web, Anda tentu menggunakan tombol agar bisa berpindah ke halaman yang lain. Peletakan tombol ini perlu untuk diperhatikan dengan baik agar visitor Anda mudah untuk mengoperasikan website Anda.

Jika menu navigasi tidak jelas, alur semrawut, bahkan layout yang terlalu ribet, akan menyebabkan visitor bingung. Hingga akhirnya memutuskan untuk keluar dan tidak mengunjungi website Anda. Hal ini tentu akan merugikan terutama untuk website bisnis.

Jadi, lewat pengertian desain web dan fungsinya tersebut, Anda bisa lebih memperhatikan dan mempersiapkan merancang situs dengan baik.

 

Bagaimana Menentukan Kombinasi Warna Desain Web yang Menarik?

Design , ,
Bagaimana Menentukan Kombinasi Warna Desain Web yang Menarik?

Banyak yang menganggap jika menentukan kombinasi warna desain web itu mudah. Padahal tidak semudah itu karena perlu menyeimbangkan antara warna dan website secara keseluruhan.

Tidak sedikit yang akhirnya menyerah atau asal menentukan warna dan membuat website menjadi tidak menarik. Lalu, bagaimana menentukan kombinasi warna desain web yang menarik itu? Untuk informasi selengkapnya, simak pembahasan berikut ya.

  • Identitas Brand
Bagaimana Menentukan Kombinasi Warna Desain Web yang Menarik?
Bagaimana Menentukan Kombinasi Warna Desain Web yang Menarik?

Cara paling sederhana adalah menentukan identitas brand. Jika Anda sudah memiliki logo, akan lebih mudah untuk menyesuaikan antara logo dengan warna pada website.

Misalnya, Anda memiliki brand dengan warna dominan adalah ungu. Maka Anda bisa menggunakan warna ungu tersebut dan dikombinasikan dengan warna ungu muda. Bisa juga dengan menggunakan warna lain yang sesuai dengan warna ungu.

  • Sesuaikan Target Pasar

Selain menentukan warna berdasarkan brand, Anda bisa juga menyesuaikan dengan target pasar. Misalnya target pasar Anda adalah anak-anak, pilih jenis warna yang cerah. Namun. Perhatikan jumlah warna yang Anda gunakan ya.

Hindari menggunakan terlalu banyak warna karena hal tersebut akan menyebabkan pengunjung Anda bingumg. Bahkan Anda sendiri juga akan terganggu karena warnanya terlalu banyak. pilih saja 1 warna dominan dan lengkapi dengan 2-3 warna sekunder.

  • Sesuaikan dengan Psikologi Warna

Tahukah Anda bahwa warna ternyata bisa mempengaruhi atau mewakili sesuatu? Misalnya warna merah yang lebih cerah tentu akan terlihat lebih menonjol dibandingkan warna hitam. Maka dari itu, warna kerap kali dipergunakan untuk headline informasi penting, tombol, link ataupun sesuatu yang penting lainnya.

Bagaimana Menentukan Kombinasi Warna Desain Web yang Menarik?
Bagaimana Menentukan Kombinasi Warna Desain Web yang Menarik?
  • Kontras

Anda harus menyesuaikan antara logo, warna dan juga teks. Sesuaikan apakah logo dan teks terlihat kontras dengan background atau tidak. Jika terlihat sama saja, maka akan menyulitkan visitor Anda untuk mendapatkan informasi penting dari Anda.

Maka dari itu, antara tulisan dan background harus kontras. Jika Anda menggunakan warna gelap untuk background maka Anda bisa menggunakan warna cerah seperti putih untuk tulisannya. Begitu juga dengan sebaliknya. Dengan begitu, tulisan dan background akan lebih terlihat.

Lalu Berapa Jumlah Warna yang Efektif?

Jika ditanyakan berapa banyak warna yang sebaiknya digunakan, semua itu tidak pasti. Ini karena masing-masing website memiliki kebutuhannya sendiri. Sama seperti Anda harus mengetahui tentang apa yang dimaksud blogwalking sebelum menerapkan backlink.

Walaupun begitu, diusahakan untuk menggunakan warna seminimal mungkin dan sesuai dengan branding perusahaan. Anda bisa menggunakan prinsip 60-30-10 untuk warna dominan atau primer, sekunder dan warna aksen yang melengkapi website. Dengan begitu, tampilan website Anda akan terlihat lebih menarik dan seimbang.

Itulah cara untuk menentukan kombinasi warna desain web yang menarik. Jangan lupa ya, sesuaikan dengan kebutuhan Anda sendiri dan tetap pertimbangkan banyak sedikitnya warna agar terlihat menarik. 

 

Sejarah Perkembangan Foto Produk

Design
Foto Produk Vintage

Apa itu Foto Produk dan seperti apa sejarah asal muasalnya? Setiap kali anda melihat brosur atau majalah, dan disitu anda melihat sebuah promosi produk, anda sedang melihat sebuah dunia fotografi produk. 

Foto produk adalah salah satu cabang dunia fotografi yang paling dekat dengan dunia industri. Foto produk menjadi bagian dari dunia advertising, yang kini sudah banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan foto produk untuk membantu penjualan mereka. Jasa foto produk pun kini sudah mulai bermunculan seperti, https://www.sribu.com/id/cat/jasa-foto-produk yang menawarkan jasa foto produk profesional untuk perusahaan besar, kecil maupun UKM dan perorangan.

Awal Mula Munculnya Foto Produk

Semuanya berawal pada tahun 1837 ketika Louis Jacques Mandé Daguerre berhasil membuat karya fotografi pertamanya. Singkatnya, proses fotografi ini dikenal dengan nama Daguerreotype dan mewakili proses teknis dalam pengambilan gambar sebuah objek nyata menggunakan senyawa yodium perak. 

Sayangnya karena membutuhkan peralatan khusus dan biaya yang terlalu mahal, seni awal fotografi tidak bisa dinikmati oleh banyak orang. Para ilmuwan dari seluruh dunia pun tertarik untuk mencari teknologi pengabadian gambar ini. 

Segalanya berubah ketika sebuah perusahaan asal Jerman bernama Eastman Kodak Company, mampu membuat peralatan fotografi yang bisa digunakan oleh banyak orang. Dengan hadirnya kamera ini, juga melahirkan seni fotografi modern. 

Ketika dunia fotografi bertemu dengan dunia periklanan, cerita tentang foto untuk periklanan pun dimulai dan memunculkan foto produk. Foto produk pertama yang benar-benar dikomersialkan justru digunakan pada dunia militer. Foto produk digunakan sebagai katalog di industri militer. 

Katalog foto produk yang begitu detail dan lengkap pertama kali dibuat oleh Lafont, seorang fotografer asal Perancis. Dia direkrut oleh perusahaan bernama Hochins untuk mendokumentasikan foto-foto senjata otomatis yang diproduksi perusahaan itu. Katalog buatan Lafont tidak hanya berisi detail produk senjata, tetapi juga dilengkapi dengan foto senjata-senjata itu yang sedang dipakai oleh para tentara. 

Sementara foto produk dalam dunia fashion pertama kali muncul pada tahun 1890 yang digunakan pada katalog produk milik perusahaan Munsing Underwear asal Amerika. Katalog itu berisi 70 foto-foto produk fashion milik mereka dan headline dalam katalog itu bertuliskan pernyataan bahwa apa yang ada di foto katalog sama dengan produk aslinya. 

Perkembangan foto produk mengalami kemajuan yang sangat pesat pada tahun 1960-an. Masa ini di mana para perusahaan membidik pasar menengah dengan beriklan memanfaatkan katalog foto produk. 

Foto Produk di Masa Sekarang 

Dunia foto produk di masa sekarang mengalami perubahan secara signifikan dibandingkan masa awal-awalnya. Berbagai teknik dan peralatan pendukungnya pun semakin canggih dan menghasilkan foto-foto yang berkualitas. 

Saat ini foto produk lebih didominasi oleh perusahaan yang bergerak di bidang makanan, pakaian serta kosmetik. Mayoritas penggunaan foto produk saat ini dipakai oleh toko-toko online, yang menyasar para pengguna internet. 

Sementara beberapa jenis foto produk yang dikenal yakni Individual Frame, Group Frame, Detail Produk dan Lifestyle Frame. Individual Frame yakni pengambilan gambar berfokus pada sebuah produk saja. Group Frame, yakni pengambilan gambar beberapa produk dalam satu bingkai frame. Detail Produk yakni pengambilan gambar yang difokuskan secara detail dengan menonjolkan salah satu sisi bagian produk yang memiliki keunggulan. Sementara Lifestyle Frame yakni sebuah produk diambil fotonya saat dikenakan oleh seorang model, untuk memberikan kesan produk saat dipakai sehari-hari.