4 Tips Meningkatkan Kemampuan Input Data

Others
Input Data Secara Online

Input data atau data entry adalah sebuah proses memasukkan data dan memperbarui informasi ke dalam sebuah sistem elektronik atau database. Tugas dari seseorang yang menggeluti profesi dalam bidang input data ini yakni melakukan pemasukan data secara langsung ke dalam database sebuah perusahaan, dengan menggunakan komputer atau laptop yang dibantu oleh alat input data yang dimiliki masing-masing perusahaan. 

Jika anda tertarik untuk terjun dalam profesi ini, mungkin anda perlu untuk mempertimbangkan untuk mengasah kemampuan yang dibutuhkan. https://www.sonsofaeon.net dalam artikel ini akan memberikan sejumlah ulasan bagaimana meningkatkan skill yang dibutuhkan untuk terjun dalam bidang input data online.

Cara Meningkatkan Kemampuan

Kemampuan Mengetik

Perhatikan bagaimana posisi anda saat mengetik, dan gerakan tubuh yang anda lakukan. Pastikan anda dalam kondisi duduk yang semestinya namun santai, terutama posisi tangan pada keyboard dan mouse. Sebab hal ini akan sangat menentukan seberapa cepat anda bisa mengetik, dan agar tidak cepat lelah. 

Profesi input data ini membutuhkan kecepatan dan ketelitian. Sebab, biasanya data yang dimasukkan cukup banyak, namun deadline-nya sangat mepet. Selain itu, jika posisi anda tidak nyaman, anda akan cepat untuk lelah, padahal pekerjaan ini adalah pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama. Jika anda lelah, maka konsentrasi akan mudah buyar, kesalahan dalam input data pun bisa terjadi.

Kenyamanan Fasilitas Yang Digunakan

Untuk mendapatkan posisi duduk yang baik dan nyaman, maka anda juga memerlukan kursi dan meja yang nyaman juga. Sebaiknya anda menggunakan kursi yang bisa berputar dan bisa disesuaikan ketinggiannya, agar pas dengan posisi duduk anda. 

Meja juga harus cukup luas untuk menampung monitor, keyboard, mouse dan perlengkapan anda. Karena meja yang sempit akan menyusahkan pergerakan anda saat bekerja. Monitor juga harus diperhatikan, sebab input data membutuhkan waktu yang lama untuk mata terus memandangi layar monitor. Hal ini untuk menjaga kondisi kesehatan mata anda, untuk jangka panjang.

Manfaatkan Aplikasi Pengetikan di Internet

Saat ini sudah banyak aplikasi atau perangkat lunak yang bisa memudahkan dan menjadikan pengetikan juga input data lebih efisien. Beberapa aplikasi itu dilengkapi fitur spell checker yang bisa membantu mengoreksi kesalahan saat mengetik, serta fitur penghitungan ketika anda diharuskan menginput data berupa angka ke dalam database. 

Kuasai Shortcut

Banyak sekali fitur-fitur shortcut pada keyboard yang mengkombinasikan tombol-tombol yang ada untuk memberikan perintah pada aplikasi. Sehingga proses input data bisa dilakukan lebih cepat dan efisien. Misal, dengan kombinasi umum tombol CTRL + C untuk menyalin karakter, dan CTRL + V untuk menempel karakter yang sudah disalin tadi. 

Sisihkan Waktu Untuk Mengoreksi

Terkadang saat sibuk melakukan input data, secara tidak sadar anda melakukan kesalahan. Oleh karenanya, selalu sisihkan waktu beberapa menit sekali untuk melakukan koreksi data yang sudah anda masukkan. Lebih baik anda melakukan koreksi data ini sesering mungkin, daripada mengoreksi ketika seluruh data sudah diinput dan kemudian harus mengulang dari awal untuk memperbaiki kesalahan.

Sejarah Perkembangan Foto Produk

Design
Foto Produk Vintage

Apa itu Foto Produk dan seperti apa sejarah asal muasalnya? Setiap kali anda melihat brosur atau majalah, dan disitu anda melihat sebuah promosi produk, anda sedang melihat sebuah dunia fotografi produk. 

Foto produk adalah salah satu cabang dunia fotografi yang paling dekat dengan dunia industri. Foto produk menjadi bagian dari dunia advertising, yang kini sudah banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan foto produk untuk membantu penjualan mereka. Jasa foto produk pun kini sudah mulai bermunculan seperti, https://www.sribu.com/id/cat/jasa-foto-produk yang menawarkan jasa foto produk profesional untuk perusahaan besar, kecil maupun UKM dan perorangan.

Awal Mula Munculnya Foto Produk

Semuanya berawal pada tahun 1837 ketika Louis Jacques Mandé Daguerre berhasil membuat karya fotografi pertamanya. Singkatnya, proses fotografi ini dikenal dengan nama Daguerreotype dan mewakili proses teknis dalam pengambilan gambar sebuah objek nyata menggunakan senyawa yodium perak. 

Sayangnya karena membutuhkan peralatan khusus dan biaya yang terlalu mahal, seni awal fotografi tidak bisa dinikmati oleh banyak orang. Para ilmuwan dari seluruh dunia pun tertarik untuk mencari teknologi pengabadian gambar ini. 

Segalanya berubah ketika sebuah perusahaan asal Jerman bernama Eastman Kodak Company, mampu membuat peralatan fotografi yang bisa digunakan oleh banyak orang. Dengan hadirnya kamera ini, juga melahirkan seni fotografi modern. 

Ketika dunia fotografi bertemu dengan dunia periklanan, cerita tentang foto untuk periklanan pun dimulai dan memunculkan foto produk. Foto produk pertama yang benar-benar dikomersialkan justru digunakan pada dunia militer. Foto produk digunakan sebagai katalog di industri militer. 

Katalog foto produk yang begitu detail dan lengkap pertama kali dibuat oleh Lafont, seorang fotografer asal Perancis. Dia direkrut oleh perusahaan bernama Hochins untuk mendokumentasikan foto-foto senjata otomatis yang diproduksi perusahaan itu. Katalog buatan Lafont tidak hanya berisi detail produk senjata, tetapi juga dilengkapi dengan foto senjata-senjata itu yang sedang dipakai oleh para tentara. 

Sementara foto produk dalam dunia fashion pertama kali muncul pada tahun 1890 yang digunakan pada katalog produk milik perusahaan Munsing Underwear asal Amerika. Katalog itu berisi 70 foto-foto produk fashion milik mereka dan headline dalam katalog itu bertuliskan pernyataan bahwa apa yang ada di foto katalog sama dengan produk aslinya. 

Perkembangan foto produk mengalami kemajuan yang sangat pesat pada tahun 1960-an. Masa ini di mana para perusahaan membidik pasar menengah dengan beriklan memanfaatkan katalog foto produk. 

Foto Produk di Masa Sekarang 

Dunia foto produk di masa sekarang mengalami perubahan secara signifikan dibandingkan masa awal-awalnya. Berbagai teknik dan peralatan pendukungnya pun semakin canggih dan menghasilkan foto-foto yang berkualitas. 

Saat ini foto produk lebih didominasi oleh perusahaan yang bergerak di bidang makanan, pakaian serta kosmetik. Mayoritas penggunaan foto produk saat ini dipakai oleh toko-toko online, yang menyasar para pengguna internet. 

Sementara beberapa jenis foto produk yang dikenal yakni Individual Frame, Group Frame, Detail Produk dan Lifestyle Frame. Individual Frame yakni pengambilan gambar berfokus pada sebuah produk saja. Group Frame, yakni pengambilan gambar beberapa produk dalam satu bingkai frame. Detail Produk yakni pengambilan gambar yang difokuskan secara detail dengan menonjolkan salah satu sisi bagian produk yang memiliki keunggulan. Sementara Lifestyle Frame yakni sebuah produk diambil fotonya saat dikenakan oleh seorang model, untuk memberikan kesan produk saat dipakai sehari-hari. 

Tips Pengaturan Kamera Untuk Foto Produk

Design
Setting Kamera Canon

Jika memang awam tentang dunia fotografi produk, adalah hal yang wajar jika belum memahami bagaimana melakukan pengaturan kamera untuk mendapatkan hasil foto yang bagus. Namun apapun jenis kamera yang digunakan, entah itu DSLR ataupun Mirrorless, setidaknya anda harus memahami dasar-dasar pengaturan, agar proses pengambilan gambar bisa anda kontrol sepenuhnya. Berikut ini Sonso Blog membagikan sejumlah tips melakukan pengaturan dasar pada kamera untuk foto produk.

Gunakan ISO Rendah

Penjelasan awam untuk ISO adalah sensitivitas sensor kamera pada cahaya. Jika nilai yang tertera pada ISO rendah, maka akan lebih sedikit tingkat sensitivitasnya sehingga dibutuhkan waktu lebih banyak untuk melakukan pengambilan gambar. 

Jika ingin mengambil foto produk dalam kondisi cahaya yang agak gelap, atau menangkap gambar secara cepat, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan nilai ISO. Namun jika terlalu besar nilainya, maka hasil foto akan tampak noisy atau nampak banyak titik-titik kecil yang mengganggu.

Gunakan Nilai Aperture Tinggi 

Aperture mengatur cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan berpengaruh pada kedalaman gambar, yakni bagian dari foto yang difokuskan. Aperture diukur dengan sistem F-Stop, yang biasanya dimulai dari F1 sampai F22. 

Jika nilai aperture rendah, maka akan semakin banyak cahaya yang bisa masuk, sehingga menghasilkan gambar dengan kedalaman gambar yang rendah pula. Hal ini membuat bagian objek yang difokuskan lebih mendetail, sementara objek lainnya akan nampak kabur. 

Biasanya penggunaan aperture rendah sangat cocok untuk foto produk seperti gagang pintu atau gesper pada sabuk yang membutuhkan detail lebih jelas pada bagian tertentu, bukan keseluruhan.

Percepat Shutter Speed 

Shutter speed ini berfungsi mengatur jangka waktu sensor kamera untuk menerima cahaya yang masuk saat pengambilan foto. Mempercepat shutter speed membuat hasil gambar lebih stabil, sementara pengaturan lebih lambat menghasilkan gambar yang blurry. 

Menggunakan shutter speed yang lambat cocok untuk mengambil foto produk yang tidak bergerak, sehingga hasil akan nampak tajam. Akan tetapi jika ingin mengambil foto produk yang dikenakan seorang model, maka percepat shutter speed, karena objek yang difoto akan terus bergerak. 

Gunakan File RAW Untuk Editing

Saat anda selesai mengambil gambar, file tersebut akan tersimpan dalam memori dengan format bawaan kamera. Format ini lebih dikenal dengan format RAW atau dalam artian file mentah. Format ini adalah format dengan kualitas paling baik, karena merupakan hasil langsung dari jepretan kamera.

File RAW memiliki detail yang sangat jelas dan tajam. Jadi saat melakukan editing foto produk, gunakan file dengan format ini. Karena dengan gambar yang sangat tajam akan memudahkan proses editing, dan hasilnya pun tidak mengalami degradasi yang berlebihan. 

Proses dalam foto produk sangatlah kompleks, namun anda bisa lebih banyak melakukan eksperimen dengan berbagai style, pencahayaan, hingga setting kamera untuk mendapatkan hasil yang anda inginkan. 

Antara Facebook dan Instagram Ads, Apa Saja Perbedaanya?

Others
Sosial Media Facebook Instagram

Baik Facebook maupun Instagram, keduanya merupakan platform jejaring sosial yang sama-sama memiliki pengguna terbanyak. Juga sama-sama menjadi alat yang powerfull untuk melakukan branding serta promosi. 

Kedua platform ini sama-sama terus berkembang menjadi besar, namun yang pasti keduanya memiliki demografis user yang berbeda satu sama lain. Karena Instagram dimiliki oleh Facebook, anda akan melihat banyak sekali persamaan, bahkan anda juga bisa mengatur iklan Instagram anda melalui Facebook. 

Berbicara tentang Facebook vs Instagram, kami akan mengulas lebih dalam kekurangan dan kelebihan masing-masing. Sehingga anda bisa menentukan, platform mana yang cocok dengan kebutuhan anda.

Persamaan Antara Facebook dan Instagram Ads

Karena bisa melakukan pengaturan iklan Instagram melalui akun Facebook, hal ini membuat seperti tidak ada perbedaan yang mencolok dalam pengaturannya, sama seperti saat mengatur iklan Facebook. 

Secara teknis, anda akan mengatur targeting audiens dengan menentukan tujuan iklan, menambahkan gambar atau video, memasukkan tautan, dan menentukan Call to Action. Jika target pelanggan potensial anda menggunakan kedua platform ini, sangat disarankan untuk menjalankan iklan di Instagram dan Facebook. Sebab, akan membuat proses pengaturan iklan lebih efisien dan menghemat waktu.

Perbedaan Facebook dan Instagram Ads

Meski secara teknis garis besar kedua platform ini memiliki fitur yang sama, namun ada beberapa perbedaan mencolok. Faktor yang membedakan keduanya, mayoritas dipengaruhi oleh target audiens dan juga tujuan dari pembuatan iklan. 

Demografis

Dengan menggunakan kedua platform itu selama beberapa menit saja, anda bisa menemukan adanya perbedaan yang cukup signifikan terkait cara kerja keduanya. Konten foto-foto menarik yang ada di Instagram hampir mirip dengan copywriting yang ada di konten Facebook. 

Memang memungkinkan untuk memberikan caption panjang lebar di Instagram, namun kenyataanya, user Instagram lebih tertarik dengan gambar visual pada konten, daripada captionnya. Mereka menginginkan gambar-gambar menarik di halaman feed mereka.

Kelompok remaja millenials di Facebook memang banyak seperti di Instagram, namun user berusia di atas 50 tahun adalah yang paling banyak mengalami penambahan di Facebook. Dari data demografis, pertimbangkan kembali saat menentukan target ketika memasang iklan.

Penempatan

Perhatikan penempatan iklan yang akan anda pasang, sebab masing-masing letak penempatan memberikan hasil yang berbeda juga. Penempatan iklan yang dimaksud adalah di sebelah mana iklan akan tayang. Mungkin di stories, beranda, samping kanan atau juga di marketplace. 

Penempatan iklan ini tidak semuanya ada di kedua platform. Misalnya, ketika anda ingin memasang iklan untuk meningkatkan engagement, maka anda tidak bisa memasangnya di stories Instagram. Karena stories tidak ada fitur like, comment dan share nya. Jadi jika anda ingin memasang iklan dengan penempatan yang didukung salah satu platform, maka sebaiknya anda membuat iklan tersendiri. 

Biaya dan Efektifitas

Untuk masalah biaya dan seberapa efektif iklan yang akan anda pasang, semuanya tidak tergantung pada platform, namun pada kemampuan anda dalam menyusun strategi iklan. Jika anda masih awam akan hal ini, atau tidak ada waktu untuk melakukannya, anda bisa memanfaatkan Jasa Iklan Facebook Ads