Tips Pengaturan Kamera Untuk Foto Produk

Design
Setting Kamera Canon

Jika memang awam tentang dunia fotografi produk, adalah hal yang wajar jika belum memahami bagaimana melakukan pengaturan kamera untuk mendapatkan hasil foto yang bagus. Namun apapun jenis kamera yang digunakan, entah itu DSLR ataupun Mirrorless, setidaknya anda harus memahami dasar-dasar pengaturan, agar proses pengambilan gambar bisa anda kontrol sepenuhnya. Berikut ini Sonso Blog membagikan sejumlah tips melakukan pengaturan dasar pada kamera untuk foto produk.

Gunakan ISO Rendah

Penjelasan awam untuk ISO adalah sensitivitas sensor kamera pada cahaya. Jika nilai yang tertera pada ISO rendah, maka akan lebih sedikit tingkat sensitivitasnya sehingga dibutuhkan waktu lebih banyak untuk melakukan pengambilan gambar. 

Jika ingin mengambil foto produk dalam kondisi cahaya yang agak gelap, atau menangkap gambar secara cepat, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan nilai ISO. Namun jika terlalu besar nilainya, maka hasil foto akan tampak noisy atau nampak banyak titik-titik kecil yang mengganggu.

Gunakan Nilai Aperture Tinggi 

Aperture mengatur cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan berpengaruh pada kedalaman gambar, yakni bagian dari foto yang difokuskan. Aperture diukur dengan sistem F-Stop, yang biasanya dimulai dari F1 sampai F22. 

Jika nilai aperture rendah, maka akan semakin banyak cahaya yang bisa masuk, sehingga menghasilkan gambar dengan kedalaman gambar yang rendah pula. Hal ini membuat bagian objek yang difokuskan lebih mendetail, sementara objek lainnya akan nampak kabur. 

Biasanya penggunaan aperture rendah sangat cocok untuk foto produk seperti gagang pintu atau gesper pada sabuk yang membutuhkan detail lebih jelas pada bagian tertentu, bukan keseluruhan.

Percepat Shutter Speed 

Shutter speed ini berfungsi mengatur jangka waktu sensor kamera untuk menerima cahaya yang masuk saat pengambilan foto. Mempercepat shutter speed membuat hasil gambar lebih stabil, sementara pengaturan lebih lambat menghasilkan gambar yang blurry. 

Menggunakan shutter speed yang lambat cocok untuk mengambil foto produk yang tidak bergerak, sehingga hasil akan nampak tajam. Akan tetapi jika ingin mengambil foto produk yang dikenakan seorang model, maka percepat shutter speed, karena objek yang difoto akan terus bergerak. 

Gunakan File RAW Untuk Editing

Saat anda selesai mengambil gambar, file tersebut akan tersimpan dalam memori dengan format bawaan kamera. Format ini lebih dikenal dengan format RAW atau dalam artian file mentah. Format ini adalah format dengan kualitas paling baik, karena merupakan hasil langsung dari jepretan kamera.

File RAW memiliki detail yang sangat jelas dan tajam. Jadi saat melakukan editing foto produk, gunakan file dengan format ini. Karena dengan gambar yang sangat tajam akan memudahkan proses editing, dan hasilnya pun tidak mengalami degradasi yang berlebihan. 

Proses dalam foto produk sangatlah kompleks, namun anda bisa lebih banyak melakukan eksperimen dengan berbagai style, pencahayaan, hingga setting kamera untuk mendapatkan hasil yang anda inginkan.